Sepeda Apa yang Bakal Booming di 2022?

Sepeda punya tren di Indonesia yang silih berganti setiap tahunnya. 2020 adalah tahun sepeda, musim sepeda kambuh lagi, tiba-tiba semua orang ingin membeli sepeda, Folding Bike menjadi juara di tahun 2020. Semua genre juga tampak bertambah drastis di-isi pesepeda pemula atau pengguna lama yang kambuh bersepeda kambali. Minivelo, Roadbike, sepeda custom (modifikasi/rakit mandiri) juga turut kembali populer. Harga sepeda digoreng, dijual mahal, Brompton bisa seharga 60jutaan, sepeda lokal juga ikut terangkat naik harganya.

Banyak toko sepeda baru, seolah latah ingin ikut menikmati larisnya penjualan sepeda di kala itu. Covid-19 secara tak langsung juga berkontribusi meningkatkan kegiatan bersepeda. Ada masa jenuh setelah terjadi PPKM (Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), banyak orang ingin hiburan singkat sekaligus meningkatnya kesadaran pola hidup sehat meningkatkan imun dengan cara olahraga sepeda. Tren sepeda di 2020 itu gila-gilaan.

Secara umum, di 2021 tren sepeda mulai menurun. Bahkan di beberapa toko tampak overstok,  sayangnya pembelian sepeda menurun. Toko mulai memberikan harga diskon atau bundling/bonus produk lain untuk merangsang pembelian, harga sepeda berangsur normal. Pengguna sepeda musiman (hanya ikut-ikutan tren aja) mulai menggantungkan atau bahkan menjual sepedanya. Penjualan sepeda bekas tampak meningkat.

Meskipun secara total menurun, tetapi di 2021 memunculkan para enthusiast baru, yakni para pemula yang semakin antusias dengan sepeda. Banyak upgrade di tahun 2021, banyak yang menjual sepeda lamanya kemudian membeli sepeda baru yang lebih kompetitif. Di 2022, beberapa tren sepeda seperti all rounder roadbike, gravel, minivelo, full-sus MTB, e-bike mungkin akan terus berlanjut.

 


 

Genre Sepeda yang Naik Daun di 2021

Sebelum menebak ada tren apa di 2022, yuk kita review tren sepeda setahun terakhir ini.

1. Folding Bike

Folding Bike tak sepopuler di tahun sebelumnya, tapi tetap menjadi primadona. Meski tidak banyak orang yang membeli sepeda baru, tapi warisan dari tahun sebelumnya telah menumbuhkan komunitas folding bike baru di 2021. Merek/tipe sepeda seperti Element Troy, Pacific Noris, Genio Runes, Brompton telah mejadi alasan pesepeda membuat komunitas baru karena keunikan dan banyaknya pengguna loyalnya. Komunitas terbentuk, artinya aktitifitas bersepeda turut berlanjut.

Diimbangi oleh pabrikan, Folding Bike tipe baru juga terus digulirkan oleh produsen. United adalah salah satu brand lokal yang serius. Folding bike premium mereka Trifold terus melakukan facelift dengan varian warna dan fitur-fitur baru, bahkan juga dikembangkan menjadi e-bike (E-Trifold). Di oktober United mengeluarkan tipe baru, United Plasm, folding 16 inch dengan konsep matic. Konsep matic cukup inovatif, ini adalah inovasi pertama yang dikeluarkan brand lokal. Beberapa kolaborasi juga dilakukan oleh United, seperti dengan Hydro Coco dan Janji Jiwa melahirkan tipe folding bike baru.

Element bike merupakan brand lokal tersukses yang berhasil mencuri perhatian dengan seringnya melakukan kolaborasi. Kolaborasi dengan artis-artis seperti dengan Raffi Ahmad, Chico Jericho, Nugie, Daniel Mananta (Damn I Love Indonesia) maupun kolaborasi antar korporasi seperti dengan Tiket.com atau Pocari Sweat. Element juga sangat serius garap folding-bikenya. Di 2021 tren sepeda folding masih bertumbuh walau tidak se-signifikan tahun sebelumya.

Element Folding Bike E cosmo 9 Speed Nugie Trilogy Series

 

2. Gravel Bike

Secara global, 3 tahun terakhir ini tren gravel memang semakin meningkat. Seolah banyak pesepeda mulai jenuh dengan MTB dan RoadBike, banyak orang memilih alternatifnya yaitu gravel bike. Tanpa meninggalkan genre sebelumnya yang dia pilih, gravel menjadi sebuah alternatif yang seksi. Berbondong-bondong orang menyukai gravel!

Seperti biasa, ketika tren bertumbuh, produsen juga tidak diam (pabrikan juga berperan dalam menciptakan tren). Polygon telah merawat pecinta gravel sejak lama. Di 2015 Polygon sudah memberikan pancingan berupa Bend CX yang bergenre cyclo-cross dimana tahun-tahun berikutnya seri Bend telah berkembang ke genre touring dan gravel. Kini Seri Bend dari Polygon menjadi barometer gravel lokal, bersanding dengan United Gavriil.

Merek global juga ikut meramaikan pasar Indonesia. Braderian telah mengulas tentang merek-merek sepeda Gravel yang dipasarkan di Indonesia, cek artikelnya di sini.

Ada satu merek yang tadinya kurang diperhitungkan, tiba-tiba menjadi sorotan yaitu Genio Bike. Genio merilis gravel bike murah yang di 2021 dan tidak ada lawannya, adalah Genio Scappa. Genio Scappa menjadi sangat populer karena murahnya sekaligus desainnya yang tidak murahan.

 

3. Cross Country

MTB/ Sepeda gunung adalah genre yang tidak pernah mati di Indonesia. Penggemar loyalnya selalu eksis setiap tahun. Beberapa tahun terakhir ini, pengguna full-suspension (dual-sus) semakin meningkat, khususnya light full-sus yang lebih ke arah XC, AM/Enduro.

MTB Hardtail murah, Genio M701

Genio M701 2021 versi upgrade, Sepeda gunung murah tapi bermartabat.

Cross Country tetap menjadi sub-genre yang paling dominan di dalam genre MTB. Namun demikian, XC profesional tampak tidak sepopuler dulu seiring dengan jarangnya kompetisi profesional yang diadakan di Indonesia. Tapi XC yang digunakan lebih ke arah casual/recreational tetaplah juara (pengguna dan pilihan produknya luar biasa banyak!). Sepeda Cross Country paling mendominasi diantara tipe MTB yang lain, tapi penggunaanya lebih pada ke arah casual/recreational.

 

4. All Mountain/ Trail MTB

Ya, pengguna AM/Trail MTB (full-suspension) memang tak sebesar pemain medan cross country. Tapi secara kelompok, group pengguna fullsus dengan travel 140-160mm ini juga terus bertumbuh. Hal ini sejalan dengan skill MTB pesepeda di Indonesia yang semakin meningkatkan, semakin banyak juga enthusiast rider. Pengguna AM/Trail Suspension semakin populer digunakan dengan cara yang lebih fun dan endurance. 

 

5. Sepeda Kalcer

Sepeda kalcer bukanlah genre. Tapi istilah kalcer ini juga merambah di lingkungan industri sepeda. Menurut www.kamusgaul.net , Kalcer adalah sesuatu yang lagi ngetren atau lagi ngehits dan berpotensi menjadi sebuah kebiasaan, asal katanya dari bahasa inggris: culture.

Dari kata culture, stylized as kalcer. Secara sederhana istilah kalcer bisa disematkan pada orang atau kumpulan yang punya selera atau taste sendiri, punya style sendiri, namun bisa dipertanggungjawabkan, atau bahkan bisa influencing orang lain. Esensinya adalah bagaimana tampil dengan gaya sendiri yang sepesifik, namun biasanya ada unsur yang bisa kita lihat ada keseragaman antar pengikut kalcer.

 

Genio Scappa dimodifikasi lebih kalcer

 

Sepeda kalcer, kurang lebih adalah sepeda yang punya elemen personal sangat kuat, unik, namun mudah diterima oleh banyak kalangan. Otomatis pengguna dari sepeda itu sendiri juga punya style yg spesifik, cara berkendara, cara padu-padankan outfit, cara gaul mereka, dll.

 

Ditarik dari tren 2020, tahun 2021 pesepeda juga masih suka kalcer-kalceran. Anak-anak ibukota atau daerah lain yang terinspirasi dengan gaya-gaya yang cenderung urban ini juga turut mempopulerkan kalcer di daerah-daerah. Secara genre sepeda juga tidak ada syarat yang wajib, alias bebas. Banyak yang mengambil basis sepeda fixie (fixed gear), road, gravel, minivelo, minion untuk dijadikan sepeda kalcer. 

 

Launching Gravel Kalcer 2021, United Gavriil

Launching Gravel Kalcer 2021, United Gavriil

Meski populer dalam bentuk custom, tapi juga ada brand lokal yang tak mau ketinggalan, engaged dengan gaya kalcer ini. United Bike kolaborasi dengan Never To Lavish  merilis seri United Gravel yang dibuat custom pada bulan April 2021!

 

6. Minion/Minivelo

Pengguna sepeda berukuran roda 16-20″ dengan frame yang ringkas ini sangat ramai di 2020. Terutama dari sepeda mini lama, dibuat custom atau dimodifikasi sesuai selera pribadi untuk dijadikan fullbike baru yang lebih seru digunakan di lingkungan urban untuk bergaya. Minion juga bukanlah genre. Penyebutan minion hanya populer di Indonesia aja. Dulu, mungkin dari tahun 1980an orang lebih banyak menyebut “sepeda mini”. Sepeda yang konsepnya dibawa dari Jepang.

Minivelo custom juga populer sejak 2020, banyak sekali para kreator lokal dari bengkel las besi yang memproduksi Minivelo. Di 2021 masih banyak orang yang kena racun Minivelo, salah satu buktinya adalah suksesnya Genio Zippy minivelo pabrikan yang stoknya langsung habis di 3 bulan pertama rilis (sumber informasi dari direct message IG @genio.bike ).

 

Digital Edit Braderian, Minivelo Genio Zippy

Foto: Genio Bike, Edited by Braderian

 

Minivelo di Indonesia cukup banyak pilihannya, mulai dari yg custom, pabrikan lokal dan pabrikan luar negeri. Minivelo sultan seperti Tyrell Jepang juga masih bisa ditemui di market place.  Tern juga mengeluarkan minivelo yang desainnya tak kalah kece. Desain Tern Crest dan Genio Zippy punya kemiripan dengan spesifikasi dan harga yang berbeda.

Menurut kami, tren Minivelo akan terus berjalan di 2022.

 

 


 

6 Tren Sepeda di Tahun 2022?

1. Gravel Terus Tumbuh!

Tren global masih menunjukkan antusias genre gravel, begitu juga di Indonesia. Sepeda gravel dengan harga sultan masih saja terserap di pasar. Banyak pilihan, Cannondale Topstone dengan harga 23 jutaan. Surly Bridge Club dengan harga 36 jutaan. Gravel bike dari Twitter yang didistribusikan FRG Cycling di Indonesia penjualannya juga tampak bagus.  Polygon Bend R2 dijual harga 11 jutaan, United Gavriil seharga 16 jutaan , Marin Gestalt, atau Marin DSX harga sekitar 19 juta, hingga sepeda gravel murah seperti Genio Scappa harga di bawah 3 juta terus akan meramaikan jagat gravel 2022.  Di Indonesia sebenarnya banyak sekali pilihan, tinggal brand/toko sepeda mana yang konsisnten menyediakan gravel.

Gravel tidak hanya dinikmati oleh pesepeda berkantong kuota unlimited, beruntunglah hadir Genio Scappa yang memberi kesempatan siapa aja bisa bermain gravel. Semoga diikuti brand lain yang turut meramaikan gravel dengan harga lebih ekonomis.

 

Polygon Bend R5, Touring Bike

Polygon Bend R5, Touring Bike sekaligus banyak yang memilihnya untuk Gravel

 

2. Road Bike Hore VS Sultan

Secara umum, sepeda berbasis road tampak semakin populer. Gravel adalah salah satu genre berbasis road. Hybrid bike setidaknya punya 2 alternatif, yaitu berbasis Road (rigid fork) dan berbasis MTB (dengan front suspension) seperti Polygon Heist. Sepeda turunan dari Road Bike memang sedang rame-ramenya, namun Road Bike sendiri juga ada peningkatan penggunanya. Pertumbuhan road bike dari harga Hore sampai Sultan mungkin semakin merata. Hampir semua brand lokal di Indonesia turun lapangan merilis roadbike sesuai dengan segmentasi pasar yang mereka ambil. Sepeda sultan seperti Trek yang didistribusikan Build a Bike tampak semakin banyak berseliweran dalam kegiatan mingguan atau event road bike.

Di pasar tengah ada Polygon Strattos yang sangat populer di kalangan roadies, menyusul United Vitessa dan Sterling. Roadbike dari luar seperti Twitter, 3T, Chapter 2 Bikes, Basso yang didistribusikan FRG Cycling, Marin yang didistribusikan Rodalink juga terserap dengan baik di pasar road bike Indonesia. Oh ya masih ada Shadow Roadster yang turut meramaikan roadbike aero di 2021, entah akan merilis tipe baru lagi di 2022 atau tidak.

Polygon Strattos, sumber: polygonbikes.com

 

Sepeda Roadbike entry level juga turut berperan besar semakin menjamurnya pemain Road Bike di Indonesia. Pemain pemula yang terus tumbuh dari 2020 banyak yang semakin antusias di road bike. Element Police, FRC, Curved, Genio 3 Road Series mulai dari Breaker, Aerio dan Vangard adalah jajaran sepeda entry level yang sedang naik daun. Thrill yang tadinya fokus di MTB dan BMX beberapa tahun terakhir ini juga sudah berhasil mencuri perhatian dengan mengeluarkan Thrill Enthrall. 2022 mereka tampak semakin serius mengembangkan produknya, mengikuti komunitas road bike masing-masing brand tersebut juga terus berkembang. Melihat gelagat dari Genio Bike, mereka juga akan konsisten merilis tipe baru untuk genre road bike.

 

Seri Roadbike Genio, 3Road Series

Seri Roadbike Genio, 3Road Series

 

 

 

3. Minivelo: Alternatif yang Seksi

Minion sepertinya tak seheboh di tahun 2020, tapi Minion (sepeda mini 16-20″ yang biasanya ditandai dengan single tubing yg menghubungkan headtube) telah memicu minivelo bergaya Tern Crest atau Genio Zippy lebih diminati. Setidaknya ada 2 aliran yaitu bergaya modern seperti Pacific Clash dan Polygon Zeta atau bergaya lebih klasik seperti Tern Crest atau Genio Zippy. 2 aliran ini akan terus menjadi tren, atau mungkin akan muncul turunannya misalnya Minivelo yang dibuat lebih racy (menggunakan dropbar), ban yang lebih ramping, chainring lebar untuk melaju lebih cepat?

Minivelo semakin hari dianggap semakin relevan dengan kebutuhan transportasi atau media untuk kebugaran di lingkungan kota. Tak se-compact folding bike (karena bisa dilipat), tapi si sepeda mini ini sudah cukup compact untuk dibawa ke rutinitas seperti ke MRT, tempat penyimpanan yang tidak memakan ruang.

Naiknya pamor e-bike, semoga juga turut mendorong munculnya minivelo versi listrik seperti yang sudah dilakukan Polygon dengan Gili Velo-nya.

Pacific Clash 2021

4. Hybrid Bike Rigid Makin Seru

Ok, ini prediksi liar Braderian aja. Dari dulu Hybrid Bike adalah genre yang ada dan tiada. Betul ada saja pengguna yang fanatik, tapi secara porsi komunitasnya tidak terlalu banyak. 2022, prediksi kami hybrid bike akan semakin populer (tapi tidak signifikan), kenapa?

Pertama karena Gravel dan Roadbike menjadi pemicunya. Semakin banyak pemain Road yang mulai gatal maen ke tanah, dipilihkan Gravel. Gravel sendiri secara konsep sangat mirip dengan Hybrid Bike. Gampangnya, dibedakan dari handlebar, selebihnya banyak yang mirip (dengan catatan: Hybrid Bike berbasis Road). Secara Geometry hybrid bike tak jauh beda dengan gravel, ya gravel mungkin lebih agresif dibandingkan Hybrid. Gravel punya panjang Reach relatif lebih panjang dari Hybrid sehingga akan  membuat posisi berkendara cenderung lebih agresif, sedangkan Hybrid lebih banyak digunakan untuk kebugaran/leisure posisi berkendara lebih tegak. Tire Clearance kurang lebih juga sama, pakai ukuran ban yang sama, kurang lebih di ukuran 700x38C sampai 45C. Brake juga disarankan pakai Disc Brake (ya, Hybrid bike masih berpeforma dengan Rim Brake). Singkatnya, dengan perbedaan yang tipis ini, hybrid bike menjadi alternatif yang menarik. 

Kedua, terjadi sedikit pergeseran tren. Pengguna hybrid dengan suspensi depan mulai terkena racun, menggunakan fork rigid. Polygon cukup lama memanjakan pengguna hybrid dengan menghadirkan Polygon Heist (Hybrid dengan suspensi depan dengan travel kira-kira 90-110mm). Nama Heist sudah melekat di hati penggemar hybrid di kalangan pesepeda. Dengan pergeseran ini, artinya penggemar hybrid akan semakin meluas.

Polygon Heist

 

 

5. E-Bike Semakin Diterima

Brader sudah tau, diluar industri sepeda teknologi motor yang berpadu dengan baterai semakin diterima oleh masyarakat global. Meski agak lebih lambat, perlahan juga akan diterima di Indonesia terlebih pemerintah sepertinya semakin serius membuat Indonesia sebagai salah satu penghasil baterai terbesar dunia. Pun dalam industri sepeda. Polygon dan United adalah brand lokal yang paling giat dan serius mengembangkan e-bike. Polygon punya seri Path yang sekarang sudah dilengkapi dengan motor listrik, menyusul seri Kalosi Miles dan Gili Velo. Sekitar bulan Juli 2021 Polygon meluncurkan senjata pamungkas sepeda listriknya yaitu Polygon Bromo N8 dan N7, seri Full Suspenion E-Bike Polygon pertama, dilengkapi dengan teknologi IFS terbaru.

United punya strategi sendiri yang berbeda dengan Polygon. Secara kuantitas, United menggelontorkan sepeda listrik dengan model paling banyak. Seri folding yang paling sukses adalah E-Trifold, sepeda kompak bertenaga listrik yang secara kasat mata tak tampak kalau ternyata berbekal motor & baterai. E-Gavriil saat ini menjadi electric gravel bike termahal dari United yang dibanderol dengan harga 47,9 juta.

United E-Series telah melahirkan beragam electric bike mulai dari folding bike, mountain bike, gravel bike, minivelo, dan city bike. Setidaknya total sudah ada 16 model e-bike yang dirilis oleh United E-Series pada tahun 2021, hal ini untuk memberikan banyak pilihan kepada konsumen sesuai dengan preferensi masing-masing. Banyaknya model juga menunjukkan keseriusan United E-Series mengembangkan after-sales-nya misalnya perihal perawatan dan ketersediaan suku cadang.

Keseriusan United dalam hal teknologi listrik tidak hanya bergulir ke produk sepeda, tapi juga sepeda motor listrik. Cek websitenya di unitedmotor.co.id.

Produk E-Bike juga tidak hanya disediakan oleh pabrikan besar, pelaku modifikator atau e-bike custom juga tampak menggeliat. Hal ini semakin meyakinkan bahwa 2022 akan semakin banyak pengguna E-Bike.

6. Trail Geometry pada MTB

Sudah tampak 4 tahun terakhir ini, gaya berkendara yang lebih tegak pada genre sepeda gunung semakin populer. Ada kecenderungan MTB dibuat lebih fun, bukan racy (balap). Gaya yang lebih racy mengadopsi dari disiplin XC Race, sedangkan gaya berkendara dengan postur tubuh yang lebih tegak mengadopsi dari Trail.

Polygon adalah salah satu brand yang menjadi baromoter untuk sepeda gunung. Line-up-nya terbangun dengan kuat. Dulu Polygon Xtrada cukup kental dengan gaya XC-nya, sekarang walau masih dilabel dengan XC tapi unsur geometry trail sudah disematkan sejak 2017 (kalau tidak salah), di deskripsi sudah disebutkan framenya “ALX XC TRAIL” — frame bermaterial aluminum alloy dengan geometry yang adaptif antara XC dan Trail (kira-kira seperti itu maksudnya). Itu mengapa, Xtrada tetap relevan mengikuti tren MTB modern, dengan handlebar yang lebar, chain-stay yang lebih pendek untuk lebih asik di ajak bermanuver, tetap punya roh cross-country yang optimal untuk pedaling, tapi juga dengan posisi berkendara yang lebih nyaman. Deskripsi ini yang akan terus populer di beberapa tahun kedepan, baik untuk hardtail maupun full-suspension.

Begitu juga dengan United, ambil contoh United Epsilon telah hadir dengan geometry XC dan Trail. Sempat kami cek di toko ATR Cycling terdapat unit dengan label XC dan Trail.

 

Polygon Xtrada 7 2022

 

 

 

 

Sekian tebak-tebakan tren 2022 dari Braderian, Roadbike, Gravel, Minivelo, Hybrid bike dan E-Bike akan semakin seru. Ada opini lain? yuk nimbrung di kolom komentar.