Nikmat hobi sepeda selain gowes dan petualangannya sendiri adalah tentang proses upgrade, bukan begitu sobat upgrade? Gak selalu soal hobi jajan komponennya sih, tapi merasakan perubahan sepeda yang sedikit demi sedikit semakin perform/nyaman, itu ada rasa syukur dan nikmat duniawi tersendiri. Proses bertahap merasakan sepeda yang semakin sempurna dari waktu ke waktu itu ada kenikmatan tersendiri dibandingkan kalau secara instan mendapatkan sepeda high-end.

Terutama buat Brader yang membeli unit sepeda kelas ekonomis (entry-level), biasanya spesifikasi bawaan pabrikan punya kelas yang standar  dimana sepeda sebenarnya punya potensi untuk diupgrade menjadi lebih perform. Upgrade yang terkait performa (non kosmetik) biasanya ada pada komponen Drivetrain atau yang terhubung dengannya, mulai dari Shifter, RD/FD, Crankset, BB (Bottom Bracket) dan Hub. Termasuk Wheelset dan Tires (ban) juga sangat berpengaruh pada performa.

Saya membawa topik ini ke arah Upgrade Minivelo. Terlebih karena terkait posting Saya sebelumnya mulai dari Genio Zippy versi pertama, Zippy Jilid 2 dan Thrill Volare FX4. Sekarang lanjut soal potensi upgrade terutama untuk performa. Singkat saja, kali ini saya ingin merekomendasi Hub, BB dan Crankset buat Minivelo. Pilihan upgrade ini mempertimbangkan pilihan komponen yang paling tepat sebelum RD/FD, karena upgrade ini tidak terlalu menguras isi dompet.

 

Rekomendasi Hub, BB dan Crankset buat Minivelo.

 

1. Upgrade ke Hub-Freehub (HFH), sesuaikan dengan Rim dan Sprocket.

Freehub adalah sistem hub sepeda (poros pada roda) yang memiliki slot bergerigi (spline) yang bisa menjadi “wadah” untuk memasangkan kumpulan sprocket yang disebut cassette. Posisi freehub terletak pada bagian hub roda belakang sepeda sedangkan hub yang lain ada di bagian roda depan. Istilah freehub sejarahnya dipopulerkan oleh Shimano sekitar tahun 1980-an. Sekarang ini sistem freehub menjadi alternatif yang paling populer dimana sebelumnya ada sistem freewheel. Orang Indonesia sering menyebut freewheel dengan nama “hub ulir” karena ada mekanisme ulir (thread) saat memasangkan sprocket pada hub.

Artikel ini tidak membahas khusus tentang Perbedaan Freehub (Cassete) VS Freewheel ya, skip dulu, kita samakan persepsi, kita sepakat dulu bahwa mekanisme Freehub lebih berperforma dibandingkan dengan Freewheel.

Jika minivelo Brader masih menggunakan Hub-Freewheel (sistem ulir) maka sangat direkomendasikan, menggantinya dengan Hub-Freehub. Dengan Hub-Freehub, Brader bisa mengganti sprocket dengan sistem cassete dan mendapatkan benefit seperti :¹ bisa pasang lebih banyak sprocket, ² pemasangan sprocket lebih presisi — efeknya shifting lebih halus, dan ³ lebih rigid sehingga pedaling lebih efisien.

Untuk mengganti menjadi HFH Brader harus cek rim juga, Hub-Freehub dan Rim (Velg/Pelek) harus punya jumlah holes yang sama. Pastikan kompatibel dengan jumlah cassette pada sprocket, ukuran OLD (Over Locknut Dimension/Distance) juga harus sesuai.

Braderian: Anatomi freehub sealed bearing

 

Penting: Jumlah holes (lubang pada freehub-body yang digunakan untuk mengaitkan spoke/jari-jari dengan rim) pada freehub harus sama dengan lubang rim. Untuk kelas Minivelo biasanya pakai 28H. Selain jumlah holes, pastikan juga ukuran OLD harus sesuai, kemudian pastikan tipe tersebut untuk V/Rim-Brake atau Discbrake.

 

Menghitung OLD, Over Locknut Dimension/Distance: diukur jarak antar dropout

Berikut adalah beberapa Merek Hub-Freehub 28H :

  1. Raze Pro 28H

    Spesifikasi: 28H, Sealed bearing, Front: 2 bearings, Rear: 4 bearings. 6 Bolt untuk discbrake. Front OLD: 100mm, Rear 135mm. Quick Release. Compatible :8-11 Speed. Dalam beberapa kasus jika OLD dropout/fork berbeda maka diperlukan adaptor. Harga: sekitar 600 ribuat untuk discbrake, 400 ribuan untuk rim-brake.

    Hub Freehub, Raze Pro 28H. 28H, Sealed bearing, front 2 bearings, Rear 4 bearings. 6 Bolt untuk discbrake. Front OLD: 100mm, Rear 135mm. Quick Release.

     

  2. Strummer MT280

    Spesifikasi: 28H, Discbrake, Quick Release, Compatible 8 sampai 12 Speed. Hub Strummer HM-280 ini memiliki sistem 3 gigi pada setiap pawl, sehingga lebih responsif daripada hub dengan 6 pawl biasa. Hasilnya adalah transfer kekuatan yang cepat, gigitan pawl yang responsif, dan suara yang sepeti tawon yang biasanya banyak disukai pesepeda Indonesia.

    Hub Freehub, Strummer MT280. 28H, Discbrake, Quick Release, Compatible 8 sampai 12 Speed.

    Front Hub: 5.2 mm x 100 mm, 14G x 28H, 155 g. Rear Hub: 5.2 mm x 135 mm, 14G x 28H, 267 g. Materials: AL6061-T6 Body & AL7075-T6 Axle. 6 Bolt Disc Brake. 2 Front & 4 Rear NBK Sealed Bearings. 6 Pawls (3 Teeth) Engagement. Strummer biasanya dibanderol dengan harga yang lebih mahal dari Raze, harga Strummer MT280 sekitar 900rb.

Catatan: Raze dan Strummer adalah 2 merek yang sangat populer menawarkan harga bersahabat dan kualitas ideal, namun ada banyak sekali produk after market Hub Freehub. Tidak semua kami ulas di sini, Brader boleh juga mempertimbangkan merek lain seperti Novatec, Pacific, Syte, XLR8, Deca, Oxo, Nautilus termasuk merek besar seperti Shimano dan SRAM.

Sekali lagi cek OLD dan jumlah holes, karena tiap sepeda punya ukuran berbeda. Contohnya Genio Zippy pakai 28H, sedangkan Polygon Zeta pakai 32H. Jika Brader ragu dalam memahami spesifikasi yang dibutuhkan, konsultasikan langsung aja ke Toko Sepeda yang memiliki layanan service atau penjualan komponen sepeda.

 

2. Upgrade Bottom Bracket (BB)/ Crankset ke HT2

BB HT2

Istilah HT2 kerap dipakai penghobi sepeda di Indonesia, mengacu pada teknologi dari Shimano yang diberi nama Hollowtech atau sering disingkat HT. Shimano sendiri sebenarnya menempatkan hollowtech sebagai teknologi yang disematkan pada Crank arm, bukan Bottom Bracket. Hollowtech dari Shimano adalah teknologi yang membuat material menjadi “kopong/berlubang” sehingga komponen lebih ringan kemudian direkayasa sedemikian rupa sehingga tetap punya struktur yang kuat dan rigid.

Untuk memudahkan bahasa dan membedakan dengan teknologi sebelumnya, toko sepeda dan komunitas kerap menyebut teknologi ini dengan nama Hollowtech 2 atau HT2 yang merupakan versi lanjutan dari produk sebelumnya. Bottom Bracket yang compatible dengan teknologi ini (crankset) pun akhirnya juga ikutan dikaitkan dengan nama hollowtech, atau sekarang ini orang sering menyebut disebut BB HT2.

Untuk mempercepat pembahasan, kali ini kita tidak membahas tentang perbedaan BB Kotak (Square), HT1 dan HT2 ya. Kita langsung ke rekomendasi BB HT2 aja.

HT1 dan HT2 bisa dipasang ke lubang BB Frame yang sama karena keduanya memakai ulir dan berukuran sama. Tapi antara BB dan Crank HT1 dan HT2 tidak bisa ditukar-tukar. Jadi kalau Brader sudah memutuskan upgrade ke HT2 maka Crank juga harus mengikuti yang kompatibel, disarankan 1 set aja.

Untuk Minivelo, umumnya menggunakan BB dengan ukuran Shell width : 68mm – 73mm; Shaft diameter : 24mm. Brader bisa cek merek seperti :

  • Bottom Bracket Raze —  Ceramic Bearing, HT2

    Bottom Bracket/BB Hollowtech 2/HT2 Ceramic Bearing Raze BSA 24/73, panjang 68-73mm cocok buat MTB, Sepeda Lipat, Roadbike yg pakai crankset hollowtech 2/HT2. Harga sekitar Rp 230.000 
  • Bottom Bracket Kactus — Ceramic Bearing, HT2

    Bottom Bracket/BB Ceramic Bearing Kactus BSA24, Drat, Hollowtech/HT2. Model : drat / ulir, Shell width : 68mm – 73mm. Thread : BC1.37-24T, Shaft diameter : 24mm, Weight : -+ 94 / 95g. Harga sekitar Rp 417.000 
  • Bottom Bracket GUB BB30 — Ceramic Bearing for Shimano/Sram Crankset

    GUB BB30 Bike Bottom Ceramic Bearings, Press-Fit style and Interlock design, fit for SHIMANO & SRAM. Aluminum alloy nitrile seal ring PE seal cover. Outer diameter:42mm, Inner diameter:24mm
    Use conversion sleeve transform 24mm to 22mm. Weight: 115grams.GXPuse attached conversion sleeve, BB length fit for 68-73mm length frame used.
    Packing list: 1Bottom include conversion sleeve. Harga sekitar Rp 1.100.000 

Harga BB yang support HT2 Crank memang punya rentang harga yang lebar mulai dari 230 ribuan hingga 1 jutaan. Untuk penggunaan umum harian seperti Minivelo, di level merek seperti Raze dan Kactus dirasa sudah cukup.

Alternatif lain Brader juga bisa menemukan BB dan Crankset dalam 1 paket di banyak marketplace, berikut adalh contohnya:

  • Crankset OXO 56T HT2 + Bottom Bracket 
    Crankset OXO 56T HT2 + BB cocok untuk Minivelo dan Sepeda lipat. Material berbahan aluminium alloy, BCD 130, 56T, Bushguard. Harga sekitar Rp 700.000
  • Crankset Litepro 56T HT2 + Bottom Bracket
    Crankset Litepro HT2 Hollowtech BB Bottom Bracket, Chain Ring. BCD 130, sudah termasuk Chain Ring Litepro CNC 52T. Bottom Bracket (BB), Tutup Crank, 5 pcs baut ke chain ring, tersedia juga chain ring 54T, 56T dan 58. Harga sekitar Rp. 850.000

     

Ok, itu adalah rekomendai upgrade hub, bottom bracket dan crankset untuk Minivelo. Brader punya opini lain?

Baca Juga: